Mengingat Sejarah +Teamgeist

Januari 6, 2009 at 4:39 pm Tinggalkan komentar

adidasBola itu diberi nama +Teamgeist yang berarti team spirit atau semangat tim. Dirilis 10 Desember 2005 oleh Adidas, +Teamgeist memiliki teknologi yang jauh lebih canggih dibanding para pendahulunya.

Pada Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang, bola Fevernova masih memakai teknologi jahitan tangan. Dua tahun kemudian, perusahaan aksesoris olah raga itu menemukan teknologi baru yang dapat diterapkan pada turnamen berikutnya.

Teknologi tersebut dikenal dengan thermo bonding, sebuah proses di mana panel kulit buatan direkat secara thermal di atas bola dalam. Dengan suhu panas, laminasi lapisan polyester dan kapas pada kulit buatan dilakukan untuk memperkuat bola. Jika bola sebelumnya terdiri dari 32 buah panel (20 heksagon dan 12 pentagon), +Teamgeist hanya menggunakan 14 panel berkat tekonologi thermo bonding tersebut, tanpa jahitan tangan.

Waspada diundang secara khusus untuk berbicara lebih lanjut dengan pihak Adidas di Berlin, Rabu (14/6). Di ruang VIP Adidas World of Football, Waspada disambut oleh Hans-Peter Nuernberg dari Adidas Innovation Team dan Andy Harland dari Sports Technology Group Universitas Loughborough. Keduanya adalah bagian dari sebuah tim yang menemukan kecanggihan bola +Teamgeist.

Pada kesempatan itu, Nuernberg menjelaskan, konfigurasi 14 panel pada bola baru memungkinkan bola lebih bulat dan lebih halus sehingga pemain diberikan lebih banyak posisi titik tendangan.

“Bola tradisional yang dijahit tangan dan terdiri dari 32 panel mempunyai zona target yang lebih lebar sehingga akurasi sulit dicapai secara konsisten,” papar Nuernberg. “Desain baru dengan 14 panel menjadikan bola bersifat lebih konsisten, sehingga pemain-pemain sepak bola bisa lebih akurat dan menunjukkan keahlian sesungguhnya.”

Lantas bagaimana dengan David Beckham? Apakah tendangan bebasnya akan dipengaruhi oleh bedanya konfigurasi bola baru? Nuernberg menjawab, justru penampilan Beckham akan dipermudah oleh bola ini. Ia tak perlu banyak memikirkan ke mana bola harus diarahkan.

Karena lapisannya lebih sedikit, bola lebih bulat dan tampil lebih seragam. Semakin sempurna bidangnya, semakin seimbang pula bolanya. Dengan demikian akurasi lebih terjamin dan Beckham tak perlu repot menentukan pengaliran bola.

Mulusnya panel-panel besar pada +Teamgeist memungkinkan bola disepak lebih bersih. Sebagai tambahan, teknologi thermo bonding menjadikan bola tahan air. Hujan atau tidak, bolanya memiliki dayaguna yang konsisten.

Adidas Innovation Team sebelumnya menguji kemampuan bola ini sebelum Piala Dunia di Jerman. Ujian pertama dilakukan di laboratorium, kemudian diuji oleh pemain-pemain profesional. Tes laboratorium dilakukan oleh Sports Technology Research Group dari Universitas Loughborough. Institusi milik Inggeris itu adalah yang terbaik untuk menggapai ilmu olah raga, dan sudah bekerjasama dengan Adidas sejak 2002. Laboratoriumnya lengkap dengan peralatan untuk menguji segala jenis alat olah raga. Diwakili oleh Andy Harland, +Teamgeist dinyatakan lulus ujian standar FIFA, sehingga disetujui sebagai bola resmi Piala Dunia 2006.

Entry filed under: BERITA. Tags: , , .

Gol Bunuh Diri Di Balik Gemerlap Liga Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Status

Supported by

pimp myspace

Informasi

tips pemesanan

%d blogger menyukai ini: