Milanisti Indonesia

Desember 24, 2008 at 7:38 pm 2 komentar

Jakarta – Dimulai dari milis, berlanjut ke kopi darat. Dari kopi darat, tercetuslah gagasan membentuk komunitas. Dari kesamaan menggilai AC Milan, maka lahirlah Milanisti Indonesia. Forza Milan!

Setelah lama berbagi informasi dan berdiskusi melalui milis, pada awal tahun 2003 bertemulah beberapa anggota milis untuk saling mengenal. Dari obrolan awal yang diikuti enam orang, ide membentuk komunitas fans Rossoneri kian kuat.

Maka diadakanlah pertemuan kedua yang dihadiri 10 orang pada 16 Maret 2003. Dibidani Jamzer, Ronald, Arif Ikram, Lena, Ajung, Toel Maldini, Harris Nasution, Toni, Decy dan Gugun, kami bersepakat pada hari itu juga mendirikan Milanisti Indonesia. Terpilih sebagai presiden adalah Arif Ikram.

Wadah terbentuk, kegiatan pun digelar. “Standar” saja, acara kumpul-kumpul resmi pertama kami adalah nonton bareng alias Nobar. Bekerja sama dengan salah satu tabloid olahraga, Milanisti Indonesia berkumpul untuk menyaksikan bersama-sama duel semifinal Liga Champions 2003, yang kebetulan menghadirkan laga derby della Madonnina.

Dari situ Milanisti Indonesia mulai dikenal lebih luas. Dengan momentum Milan tampil sebagai juara Eropa 2003, member kami pun makin bertambah, mencapai 200-an orang, termasuk yang berasal dari daerah-daerah. Sampai akhir tahun itu kami mencatat 15% anggota Milanisti Indonesia berasal dari luar Jakarta.

Setahun kemudian, tepatnya menjelang akhir 2004, tampuk kepemimpinan Milanisti Indonesia berpindah tangan. Karena kesibukan, Arif Ikram menyerahkan kepemimpinan kepada James Ricky Tampubolon (Jamzer).

Setelah di era kepemimpinan Arif eksistensi Milanisti Indonesia ditanam, disebarluaskan, dan dikuatkan, antara lain dengan melakukan aktivitas gathering, maka titik berat pengurus baru lebih kepada pembenahan internal, dan juga meresmikan nama Milanisti Indonesia, dengan lebih menguatkan status hukumnya.

Pada pertengahan 2006 diadakan pemilihan umum presiden Milanisti Indonesia yang pertama kali. Mungkin ini adalah proses demokrasi pertama di kalangan komunitas fans club yang ada di Indonesia. Pada saat itu ada tiga calon (Tommy, Filbert, dan Rival) yang dipilih oleh kurang lebih 600 anggota. Setelah diadakan pemungutan suara, akhirnya terpilih Filbert Barnabas sebagai Presiden Milanisti Indonesia periode 2006-2008.

Pada masa inilah Milanisti Indonesia berkembang tidak hanya di Jakarta, tapi juga sampai keluar daerah. Hingga saat ini Milanisti Indonesia telah meresmikan tiga sezione (Bandung, Yogyakarta dan Cirebon). Puncak perayaan ulang tahun kelima yang diadakan di Cirebon, dihadiri lebih dari 200 orang member dari empat sezione, di antaranya Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan tuan rumah Cirebon.

Selain tradisi nobar dan futsal, Milanisti Indonesia juga mempunyai kegiatan yang beragam mulai dari bakti sosial (baksos), mancing ikan (sezione Yogyakarta), buka puasa bersama, touring, wisata kuliner, naik gunung, hingga tur ke museum. Salah satu yang menghebohkan adalah ketika nonton bareng Piala Asia 2007 di Jakarta. Milanisti Indonesia juga berencana mendukung langsung tim Piala Thomas dan Uber Indonesia dalam usahanya merebut lambang supremasi bulutangkis beregu dunia tersebut.

Kegiatan kami tidak hanya terpusat di Jakarta. Sezione Milanisti Indonesia yang lain pun mempunyai kegiatan rutin yang selalu dipublikasikan kepada pusat. Sarana kami untuk menyampaikan jadwal kegiatan adalah melalui milis dan forum. Sampai saat ini sudah ada 7 sezione yang aktif mengadakan kegiatan (di luar Jakarta), yaitu Bandung, Yogyakarta, Cirebon, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Padang.

Sampai saat ini anggota Milanisti Indonesia masih didominasi oleh kaum adam. Tapi, bukan berarti kami melupakan kaum hawa. Terbukti sejak akhir tahun 2007 Milanisti Indonesia membentuk tim futsal wanita, yang diberi nama Milanisti Angel. Tercatat sudah dua kali Milanisti Angel tampil di ajang persahabatan. Yang pertama adalah pada saat Indonesia Comsumnity Expo, dan yang kedua pada perayaan ulang tahun Milanisti Indonesia yang kelima. Milanisti Angel berlatih setiap awal bulan, sekali kali dalam sebulan di IBM Hanggar Futsal, Pancoran, Jakarta Selatan, yang sekaligus sebagai homebase Milanisti Indonesia.

Prinsip Milanisti Indonesia sama dengan AC Milan, yaitu: kekeluargaan. Hal itulah yang coba kami tanamkan kepada para anggota. Masa lima tahun telah Milanisti Indonesia lalui. Banyak sekali rintangan yang telah kami hadapi. Mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan datang Milanisti Indonesia akan tetap melewati semua rintangan yang menghadang, sehingg bisa terus eksis dan bahkan bisa diakui, bukan saja di Indonesia tapi juga di Italia.

Bergabung dengan kami di http://forum-milanisti.com atau milis : milanisti-indonesia@yahoogroups.com

Hotline: Toel Maldini (081584370124)

Iklan

Entry filed under: BERITA. Tags: .

Sepakbola Indonesia perlu infrakstuktur yang baik Cinta Inter? ICI Adalah Wadahnya

2 Komentar Add your own

  • 1. nez  |  Maret 14, 2009 pukul 4:22 pm

    gmn cra gabung nya??
    blh ikut kan milan lovers..
    thq..

    Balas
  • 2. saefy  |  Desember 16, 2011 pukul 4:27 am

    gimana cara mendirikan milanisti se-zion? q tinggal di kota tuban jatim. tlong saranya gan!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Status

Supported by

pimp myspace

Informasi

tips pemesanan

%d blogger menyukai ini: