Persija Punya Apa?

Agustus 14, 2008 at 9:29 am Tinggalkan komentar


Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa sepak bola adalah olah raga paling populer didunia, termasuk di Indonesia. Sebagai negara yang perpenduduk lebih dari 200 juta jiwa dimana para penggila olah raga ini tersebar dari Kota sampai ke pelosok daerah. Dimana seharusnya atau bisa dikatakan kewajiban bagi ibu kota suatu negara memiliki klub sepak bola tangguh.

Begitu juga dengan Jakarta, dimana didalamnya ada 2 klub sepak bola profesional yang bermain dilevel tertinggi Indonesian Super League yaitu Persija Jakarta dan Persitara Jakarta Utara. Soal prestasi tidak usah diragukan lagi kalau Persija adalah salah satu klub tebaik dinegeri ini, dimana prestasi berkelas nasional maupun internasional sudah mampu diraihnya.


The Jak


Banyak pula pemain nasional yang telah di sumbangkan oleh klub yang berjuluk macan kemayoran ini dari era Ronni Patinasarani sampai ke Bambang Pamungkas, tapi melihat apa yang terjadi pada saat ini dimana Persija yang seharusnya memiliki apa saja yang di idamkan klub dari daerah lain, harus rela terusir dari Jakarta.

Macan Kemayoran tidak diperkenankan untuk bermain didepan pendukungnya yang lebih dikenal dengan Jakmania. Dengan alasan keamanan Pihak yang berwajib menolak ijin bagi Persija untuk berlaga di Jakarta. Alangkah beruntungnya klub sekelas Persijap Jepara yang memiliki stadion megah di jawa tengah atau pihak Sriwijaya FC dengan Stadion Jakabaring yang berkelas internasional.

Sedangkan Persija punya apa? Stadion Gelora Bung Karno yang diklaim sebagai kandang persija saat ini sebenarnya lebih layak disebut stadion milik bangsa Indonesia, karena dari dulu stadion ini sudah menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia, dan sungguh tidak bijak jika Persija memintanya sebagai kandang mereka.

Stadion Gelora Bung Karno


Sebenarnya kalau boleh cari jalan keluar dari masalah yang dialami tim ibukota ini adalah membangun stadiun sendiri di Jakarta atau merenovasi stadion Lebak bulus dengan sistem profit sharing dengan yayasan pelita jaya sebagai pemilik dan pengelola. Lalu para suporter harus lebih dibenahi untuk bersikap dewasa, bahwa sepak bola adalah olah raga persaudaraan bukan permusuhan, dibalik semua atribut suporter yang berbeda adalah anak bangsa yang mencintai perdamaian. Fanatik berlebihan adalah sebuah citra yang kampungan.

Stadion Lebak Bulus


Apa jadinya jika London tidak punya Arsenal atau Chelsea, Roma tidak memiliki AS Roma dan Lazio, Madrid tanpa Real Madrid? Sama saja dengan Jakarta tidak punya Persija, ibu kota Indonesia tanpa Sepak Bola.

Sumber. Arthazone

Iklan

Entry filed under: BERITA. Tags: .

Liga Champions: Mutu-Gila menangkan Viola Liga Champions: Debut menawan Juventus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Status

Supported by

pimp myspace

Informasi

tips pemesanan

%d blogger menyukai ini: