Del Piero, The Right Man In The Wrong Place

Agustus 10, 2008 at 8:47 pm Tinggalkan komentar

Del Piero adalah pemain terbaik dunia, jauh melebihi Maradona atau Pele sekalipun. Tidak percaya? Mana buktinya? Buktinya adalah, ketika dia bermain sedikit buruk, semua orang mencacinya sedemikian rupa, seolah kegagalan tim ada di pundaknya seorang. Tapi ketika dia bermain baik, tak satupun pujian diberikan kepadanya. Sudah sewajarnya Del Piero bermain seperti itu.

Ketika Cassano atau Di Natale berada di tempatnya, walau bermain dengan kualitas yang sama, seluruh dunia berkata “ah, inilah bintang Italia”, tapi kalau Del Piero yang ada di situ, nilai 4 diberikan kepadanya.

Del Piero sudah bermain sejak jaman Roberto Baggio dan juga sempat bersaing dengan Francesco Totti. Keduanya punya “dosa” di turnamen besar yang menyebabkan kegagalan Italia, tapi tak seorangpun ingat. Namun, tak ada yang melupakan dua peluang emas yang gagal dimanfaatkan Del Piero di final Euro 2000. Mereka lupa, siapa yang menyelamatkan muka Italia dari bayang-bayang gagal lolos ke perdelapan final di Piala Dunia 2002, ketika minimal harus bermain imbang dengan Meksiko di pertandingan terakhir penyisihan grup.

Lalu kenapa sinar Del Piero selalu redup saat bermain untuk La Nazionale? Ya itu tadi, karena dia adalah the right man in the wrong place.

Tanyalah kepada mantan-mantan pelatih Juventus – Marcello Lippi, Carlo Ancelotti, Didier Deschamp – di mana seharusnya meletakkan Del Piero. Del Piero adalah seorang forward atau striker. Dia bukan seorang pemain sayap atau trequartista (penyerang lubang). Tapi di timnas, hampir selalu dia ditempatkan dalam posisi trequartista atau sayap kiri.

Dan celakanya, karena salah diplot sebagai trequartista itu, dia selalu dianggap tidak dapat bermain bersama Baggio atau Totti. Betul-betul mengherankan. Bagaimana tidak? Di Juventus, dia selalu bermain bersama Zinedine Zidane. Bedakah gaya Baggio dengan Zidane? Kualitas Totti malah tidak ada 1/10 Zidane! Nyatanya duet Del Piero dan Zizou mengangkat Juventus pada masa jayanya.

“Wrong place” yang kedua adalah karena Del Piero lahir di Italia. Gaya Catenaccio Italia membutuhkan serangan balik yang kilat. Karena itu penyerang yang sukses di Italia umumnya adalah yang cepat atau memiliki fisik kekar untuk mendobrak. Coba Del Piero lahir di Brazil, tentu cerita akan lain.

Kini perjalanan Del Piero di Euro 2008 telah berakhir, lagi-lagi dengan kemilau yang redup. Padahal dia adalah top scorer 2 tahun berturut-turut. Sungguh ironis.

Selamat jalan Del Piero, nampaknya karirmu di Azzuri telah berakhir. Dan sungguh sangat disesali harus berakhir seperti ini. Namun janganlah kuatir karena fans Juventus di seluruh dunia akan tetap menganggapmu sebagai pemain hebat, bahkan terbaik di dunia.

Entry filed under: BERITA. Tags: , , , .

Tentang Pakaian Zainal Arif, Mau Tahu? Kaos Portugal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Status

Supported by

pimp myspace

Informasi

tips pemesanan

%d blogger menyukai ini: