Ronaldinho, Pahlawan yang Jadi Pecundang

Agustus 7, 2008 at 8:59 pm 1 komentar

SIAPA pun tidak menyangkal kehebatan Ronaldo de Assis Moreira atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ronaldinho Gaucho alias Ronaldinho. Selama dua musim sejak 2004/05, penampilannya begitu mengundang decak kagum para pengamat dan penikmat sepak bola di seluruh dunia. Ia pula yang mengembalikan kejayaan Barcelona ke puncak prestasi liga Divisi Primera Spanyol dan Eropa. Namun, hanya di situ ia dapat “berbicara” di lapangan hijau karena sekarang, dua tahun kemudian, Dinho sama sekali tak mampu mengembalikan namanya sejajar dengan pesepak bola legendaris asli Brasil.

Penggemar sepak bola, khususnya El Barca, pasti masih ingat dengan kedatangan Dinho dari Paris Saint-Germain ke Camp Nou pada 2003. Waktu itu gelandang serang tersebut baru berusia 23 tahun dan namanya dikait-kaitkan dengan kehebatan sang senior, Ronaldo (kini 31 tahun), sehingga julukan “Ronaldo Kecil” pun sempat melekat padanya.

Benar saja, baru semusim bermain di klub asal Catalonia itu, Dinho berhasil memikat El Cules. Meski gagal meraih gelar tertinggi di La Liga, Dinho sukses mengantar Blaugrana menjadi runner-up Liga Primera. Ini adalah posisi terbaik yang belum pernah dicapai Barca selama empat tahun sebelumnya.

Satu musim berikutnya, 2004/05, Dinho benar-benar membawa sukses bagi Azulgrana. Barca menjadi juara liga setelah enam tahun tak mencicipi rasa menjadi yang terbaik di Spanyol. Insting, dribel, serta kemampuan Dinho melewati pemain lawan seolah menyihir setiap mata yang memandangnya. Gocekan maut plus tendangannya yang akurat selalu menjadi harapan suporter saat Barcelona berada dalam tekanan untuk menang. Pantas jika akhirnya FIFA memberikan ganjaran gelar Pemain Terbaik 2004 kepadanya.

Permainannya memuncak setahun kemudian. Kali ini Gaucho tidak hanya mempertahankan gelar La Liga bagi El Barca, tapi juga memberikan gelar terbaik Eropa: juara Liga Champions 2006. Pada musim ini, ia selalu dikenang dengan dua golnya ke gawang Iker Casillas dan mengantar Barca menang telak 3-0 di Santiago Bernabeu. Gol itu mencerminkan kualitas individunya yang luar biasa lewat tarian “Samba” yang ia terjemahkan dengan baik di lapangan.

Ketika mengalahkan Chelsea di fase pertama babak 16 besar Liga Champions, ia kembali mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ia mempermalukan bek tengah sekaligus kapten The Blues, John Terry, dengan sebuah gocekan indah yang mengelabui Terry dan menaklukkan kiper Petr Cech.

Entry filed under: BERITA. Tags: .

Juve sudah siap! Pasoepati Mau ke Kudus, mau?

1 Komentar Add your own

  • 1. bangipung  |  Agustus 14, 2008 pukul 10:22 pm

    gaya hidup dinho yg suka dugem dan pesta, membuat tubuhnya semakin melar dan performa di lapanganpun semakin turun

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Status

Supported by

pimp myspace

Informasi

tips pemesanan

%d blogger menyukai ini: