Joan Laporta bak “orang suci” di Barcelona

Agustus 4, 2008 at 3:37 pm Tinggalkan komentar

Joan Laporta bak “orang suci” di Barcelona. Nama depannya memberikan aura tersendiri, sebagai penahbis kedigdayaannya di singgasana tampuk kerajaan sepakbola khas Catalunya.

Seperti lakon Joan of Arc, yang dibeatifikasi oleh gereja sebagai seorang santa (orang kudus), Laporta adalah “santo” di klub bergaris merah-biru tersebut. Setidaknya buat siapapun yang ingin mendongkel kepemimpinannya dalam beberapa tahun mendatang.

Ketika semua tim ramai-ramai “menjual diri” dalam label kunjungan friendly games, maupun tur ke negeri timur jauh, El Barca memberikan aksi sebaliknya, dalam kerangka “membeli diri” lewat gelontoran fulus yang disebar secara kencang dan merata.

Barcelona dalam paradigma pembaharuan di bawah manajer Hispanik, alumnus lokal, Josep Pep Guardiola, memang sedang giat-giatnya berbenah. Kegagalan menjadi yang terbaik dalam 2 musim berturut-turut (urutan 2 dan 3 di La Liga) membuat manajemen Azulgrana bertindak sangat cepat ala Speedy Gonzalez, terutama di bursa transfer.

Setiap wakil dari benua di dunia (kecuali Asia dan Australia) dikumpulkan satu persatu, dalam gelontoran dana bernilai total 84.5 juta euro
. Rinciannya, lebih dari sepertiganya (32 juta euro) dihabiskan untuk memboyong bek kanan terbaik di dunia, dengan kemampuan menyisir sayap kanan plus naluri mencetak gol hebat dalam diri Daniel Alves.

16,5 juta euro kemudian dipakai untuk membeli pasangannya, Martin Caceres, yang akan berdiri tegap di posisi palang pintu a.k.a sweeper. Keduanya adalah individu latin, yang tumbuh dan besar di benua Amerika, sebelum mengadu nasib di La Liga.

Dari benua Eropa, hadir wakil negara yang sebagian dari kita mungkin tidak akan pernah tahu letaknya pada peta. Alexander Hleb, olahragawan terbaik Belarusia, merupakan jawaban atas kreativitas yang hilang, menyusul merosotnya permainan Dinho dan pindahnya Deco ke Chelsea. Si “ringkih” dari Arsenal ini diboyong dengan harga pas, 15 juta euro.

Sebagai pelengkap “jiwa ofensif” yang menjadi darah merahnya Barcelona, dihadirkan seorang worker sejati dari benua penuh perjuangan hidup, Afrika. Seydou Keita, jebolan Sevilla, dipercaya mampu “menstimulan” kinerja Yaya Toure, yang kurang spartan, musim lalu.

Reparasi ala Joan Laporta, dari sisi umur juga jelas terlihat dari dibuangnya Dinho (28 tahun), Zambrotta (30 tahun) dan Deco (30 tahun). Untungnya, pemain-pemain ini masih “lumayan” untuk menambal kas El Barca, dengan nilai hampir 40 juta euro.

Aksi ini memang belum seheboh Madrid, 3-4 tahun lalu, ketika selalu “menghujani” bursa transfer dengan glamour mega fulus. Barca pun pada dasarnya lebih suka membeli pemain “setengah jadi”, yang siap diorbitkan ke tampuk tertinggi, bandingkan dengan Madrid yang lebih suka membeli pemain jadi, dan mengatrolnya untuk menjadi pemain termahal di dunia.

Meski demikian, gelontoran angka 85 juta euro, tetap saja menyolok mata siapapun di tengah-tengah  trend tight money policy yang dilakukan banyak klub di eropa. Ketika banyak klub lebih berhati-hati dalam mengatur arus keluar-masuk pemain dan memangkas gaji skuadnya, Barcelona tidak sungkan dalam menata cantik kumpulan pesepakbolanya.

Kalau Laporta punya mau, semua pasti bisa didapat. Jebolan law firm  Laporta & Arbos, yang tidak hanya pandai bersilat lidah di persidangan namun juga seorang matematis ulung di lapangan hijau. Segala keuntungan yang diperoleh dari merchandise, hak siar dan brand lainnya, sudah tergambar jelas di benaknya.

Gelar memang tidak selamanya berbanding lurus dengan investasi. Namun selama Laporta masih “lapar” gelar, apapun akan dilakukannya.

Sebuah gelar Liga dan sebongkah Piala Champion, nyata-nyata akan melengkapi pengukuhan Senor Laporta sebagai salah satu Joan-nya (baca: orang suci)  Barca.

Sumber : bolanova.com

Iklan

Entry filed under: BERITA. Tags: , .

Brazil Telah Menginvasi Dunia Lewat Sepak Bola Luna Maya Main Futsal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Status

Supported by

pimp myspace

Informasi

tips pemesanan

%d blogger menyukai ini: